Sejarah Berdirinya GKJ Kebonagung
Keberadaan jemaat Gereja Kristen Jawa
kebonagung di wilayah kelurahan Sendangagung Minggir Sleman dimulai dengan
kehadiran Bapak Raden Sarma Wihardja seorang juru rawat utusan dari RS
Petronella Hospital (Bethesda) pada tahun 1924.
Di dalam melaksanakan tugas sebagai Juru
rawat, Bapak R. Sarma Wihardja sekaligus melakukan Pekabaran Injil kepada
setiap orang yang menghendaki pelayanan kesehatan atau berobat. Dengan
mempergunakan metode pelayanan pengobatan yang didahului dengan doa dan
pembacaan Firman Tuhan, banyak orang yang bersedia mengenal Tuhan melalui karya
penyelamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus.
Pelayanan Bapak R. Sarma Wihardja dengan
dibantu oleh Bapak Hardja Pertoma dan Bpak Atma Pawira yang selanjutnya dikenal
dengan sebutan tiga serangkai (Janget Pinetelon) semakin menampakkan buah
berupa bertambahnya orang yang mengenal Tuhan Allah, serta dengan perlengkapan
yang seadanya kegiatan ibadah Minggu kali pertama diadakan di Klinik Kesehatan
tempat Bapak R. Sarma Wihardja melayani tugas sebagai seorang mantri kesehatan.
Dengan perkembangan yang terjadi ketiga orang
tersebut mempunyai kerinduan untuk mendirikan tempat pendidikan. Pada tahun
1936 terwujudlah keinginan tersebut, sehingga makin lengkaplah sarana pekabaran
Injil dengan dibangunnya sekolah yang hingga waktu ini dikenal dengan Sekolah
Dasar BOPKRI Minggir.
Orang-orang Kristen di wilayah
Kebonagung semakin memperoleh perhatian dari Gereja Kristen Jawa Gondokusuman
Yogyakarta yang saat itu juga melakukan Pekabaran Injil sampai wilayah
Ngento-ento. Beberapa Guru Injil secara bergantian diutus ke Kebonagung untuk
melakukan penggembalaan.
Pada tahun 1955, sewaktu Bapak Sulam
Sungkono seorang pembantu Pendeta dari Gereja Kristen Jawa Ngento-ento melayani
di Kebonagung, tempat kebaktian pada waktu itu diadakan secara berpindah pindah
mulai dirasakan kurang memadai, sehingga pada tahun 1956 atas prakarsa Bapak
Raden Sarma Wihardja , Bapak Hardja Pertoma dan Bapak Atma Pawira dibangunlah
gedung Gereja yang merupakan tanah hibah seluas 611 m2. Meskipun
banyak ditemui hambatan-hambatan dalam proses pembangunan terutama dalam
pendanaan, akhirnya pembangunan Gedung Gereja dapat diselesaikan dan diresmikan
pada tanggal 01 Juni 1960 dengan idtandai Sengakala “Sirnaning Reretu Trus
Mardika”.
Gereja Keboangung pada waktu itu
merupakan pepanthan Gereja Kristen Jawa Ngento-ento terus berbenah diri dan
berkembang, sehingga pada tahun 1970 Gereja Kristen Jawa Ngento-ento pepanthan
Kebonagung mengajukan diri untuk didewasakan menjadi Gereja yang mandiri.
Berdasarkan keputusan Rapat Majelis Gereja Kristen Jawa Ngento-ento pada
tanggal 08 Desember 1970 terwujudlah sudah keinginan Gereja Kebonagung
didewasakan dengan nama Gereja Kristen Jawa Kebonagung Minggir Sleman
Yogyakarta.
Belum lama ini, Jemaat Gereja Kristen
Jawa Kebonagung memiliki seorang Pendeta yang ditahbiskan pada tanggal 15
Februari 2000 atas nama Pendeta Agung Budiarta, S.Th. Karena berkat Allah
hingga waktu ini 08 Desember 2016 genaplah sudah Gereja Kristen Jawa Kebonagung
berusia 46 tahun.
Tuhan
Yesus Raja Gereja memberkati kita bersama. Amin.

No comments:
Post a Comment