Tuesday, 7 March 2017

Chanel Youtube saya

Kunjungi:

https://www.youtube.com/watch?v=rt-BO0bMxzw

Monday, 6 March 2017

Stonehenge, Tempat Wisata Baru Di Jogja yang Mirip Tempat Wisata Stonehenge di Inggris

Hai para traveller.

Stonehenge? apa itu Stonehenge?
Yup Stonehenge adalah bangunan batu besar dari zaman Neolitik yang ada di Wiltshire, Inggris.


Lha kok di Inggris? Tenang, tidak perlu jauh-jauh ke Inggris karena di Yogyakarta kita bisa menjumpai stonehenge yang menyerupai di Wiltshire Inggris.



Lokasi stonehenge berada desa Kepuharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Rute menuju ke lokasi wisata ini memerlukan perjalanan yang ekstra hati-hati karena jalan yang sudah rusak dan perlu diperbaiki. Tetapi tenang saja kita tetap akan tiba di lokasi ini dengan mudah.
Dari kota Yogyakarta, Stonehenge ini berjarak kurang lebih 30km dan dapat di tempuh dengan kendaraan pribadi kurang lebih 1 jam perjalanan.
Yogyakarta > ambil jalur menuju kaliurang > jl. Kaliurang > kaliadem > bebeng > dusun Petung > lalu melewati kopi merapi > kemudian terus ke Timur > Stonehenge
Pesona Stonehenge
Disini kita akan melihat bangunan batu besar menyerupai stonehenge yang berada di Inggris. Walaupun buatan tangan tetapi lokasi ini dapat menjadi spot foto menarik untuk menambah koleksi foto anda. 
Dengan biaya masuk yang cukup terjangkau sebesar Rp. 5.000 kita bisa menikmati tempat wisata sampai puas. 
Terimakasih telah membaca.
 

Wednesday, 1 March 2017

Sejarah GKJ Kebonagung



Sejarah Berdirinya GKJ Kebonagung


Keberadaan jemaat Gereja Kristen Jawa kebonagung di wilayah kelurahan Sendangagung Minggir Sleman dimulai dengan kehadiran Bapak Raden Sarma Wihardja seorang juru rawat utusan dari RS Petronella Hospital (Bethesda) pada tahun 1924.

Di dalam melaksanakan tugas sebagai Juru rawat, Bapak R. Sarma Wihardja sekaligus melakukan Pekabaran Injil kepada setiap orang yang menghendaki pelayanan kesehatan atau berobat. Dengan mempergunakan metode pelayanan pengobatan yang didahului dengan doa dan pembacaan Firman Tuhan, banyak orang yang bersedia mengenal Tuhan melalui karya penyelamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Pelayanan Bapak R. Sarma Wihardja dengan dibantu oleh Bapak Hardja Pertoma dan Bpak Atma Pawira yang selanjutnya dikenal dengan sebutan tiga serangkai (Janget Pinetelon) semakin menampakkan buah berupa bertambahnya orang yang mengenal Tuhan Allah, serta dengan perlengkapan yang seadanya kegiatan ibadah Minggu kali pertama diadakan di Klinik Kesehatan tempat Bapak R. Sarma Wihardja melayani tugas sebagai seorang mantri kesehatan.
           
Dengan perkembangan yang terjadi ketiga orang tersebut mempunyai kerinduan untuk mendirikan tempat pendidikan. Pada tahun 1936 terwujudlah keinginan tersebut, sehingga makin lengkaplah sarana pekabaran Injil dengan dibangunnya sekolah yang hingga waktu ini dikenal dengan Sekolah Dasar BOPKRI Minggir.

Orang-orang Kristen di wilayah Kebonagung semakin memperoleh perhatian dari Gereja Kristen Jawa Gondokusuman Yogyakarta yang saat itu juga melakukan Pekabaran Injil sampai wilayah Ngento-ento. Beberapa Guru Injil secara bergantian diutus ke Kebonagung untuk melakukan penggembalaan.

Pada tahun 1955, sewaktu Bapak Sulam Sungkono seorang pembantu Pendeta dari Gereja Kristen Jawa Ngento-ento melayani di Kebonagung, tempat kebaktian pada waktu itu diadakan secara berpindah pindah mulai dirasakan kurang memadai, sehingga pada tahun 1956 atas prakarsa Bapak Raden Sarma Wihardja , Bapak Hardja Pertoma dan Bapak Atma Pawira dibangunlah gedung Gereja yang merupakan tanah hibah seluas 611 m2. Meskipun banyak ditemui hambatan-hambatan dalam proses pembangunan terutama dalam pendanaan, akhirnya pembangunan Gedung Gereja dapat diselesaikan dan diresmikan pada tanggal 01 Juni 1960 dengan idtandai Sengakala “Sirnaning Reretu Trus Mardika”.

Gereja Keboangung pada waktu itu merupakan pepanthan Gereja Kristen Jawa Ngento-ento terus berbenah diri dan berkembang, sehingga pada tahun 1970 Gereja Kristen Jawa Ngento-ento pepanthan Kebonagung mengajukan diri untuk didewasakan menjadi Gereja yang mandiri. Berdasarkan keputusan Rapat Majelis Gereja Kristen Jawa Ngento-ento pada tanggal 08 Desember 1970 terwujudlah sudah keinginan Gereja Kebonagung didewasakan dengan nama Gereja Kristen Jawa Kebonagung Minggir Sleman Yogyakarta.

Belum lama ini, Jemaat Gereja Kristen Jawa Kebonagung memiliki seorang Pendeta yang ditahbiskan pada tanggal 15 Februari 2000 atas nama Pendeta Agung Budiarta, S.Th. Karena berkat Allah hingga waktu ini 08 Desember 2016 genaplah sudah Gereja Kristen Jawa Kebonagung berusia 46 tahun.
Tuhan Yesus Raja Gereja memberkati kita bersama. Amin.